Mengenal ‘DAENG’ dalam Tradisi Masyarakat Makassar

Pasti banyak juga yang bertanya mengenai panggilan ‘daeng’ pada masyarakat Makassar. Daeng merupakan panggilan yang digunakan oleh masyarakat Makassar untuk orang yang lebih tua ataupun dituakan. Daeng digunakan untuk panggilan perempuan ataupun lelaki. Seiring dengan berkembangan, panggilan “daeng” saat ini memiliki makna yang beragam. Bisa berarti kakak, dan bermakna kelas sosial. Namun penggunaannya harus berhati-hati, karena saat ini penggunaan kata Daeng sering ditujukan untuk kelas sosial tertentu, misalnya, daeng becak (penarik becak), daeng sopir pete-pete (sopir angkot), daeng kuli bangunan dan lain sebagainya

Beberapa tahun lalu ada sebuah keributan kecil mengenai sebutan “daeng” ini, disaat suhu politik sedang memanas menjelang pertarungan menuju R-1 ditahun 2009. Ruhut Sitompul yang jadi salah satu pendukung Susilo Bambang Yudhoyono dalam sebuah rapat resmi di DPR-RI memanggil Jusuf Kalla dengan sebutan “daeng”. Hal ini membuat masyarakat Makassar merasa tersinggung. Sebenarnya orang Makassar atau bugis sering dikenal dengan sebutan/panggilan Daeng. Padahal jika ditelusuri makna daeng bagi suku bugis memiliki makna berbeda. Dahulu suku bugis dikenal dibagi menjadi tiga strata atau kasta. Kasta tertinggi adalah Ana’Arung (bangsawan) yang punya beberapa sub kasta lagi. Kasta berikutnya adalah To Maradeka atau orang merdeka (orang kebanyakan) dan kasta terndah adalah kasta ata atau budak. Hanya orang-orang berkasta Ana’Arung dan To Merdeka yang berhak memberikan nama gelar pada keterunannya. Untuk bangsawan bugis menggunakan gelar “Andi”, sedangkan bagi To Merdeka bergelar Daeng.

Dengan adanya perkembangan serta perubahan zaman yang semakin modern, hal ini tidak mempengaruhi adat istiadat suku bugis. Sebagian dari mereka tetap memegang teguh adat istiadat, termasuk berkaitan soal strata sosial. Di Sulawesi Selatan, khususnya untuk penghormatan kepada tokoh Bugis termasuk seorang bangsawan biasanya dilakukan menggunakan kata panggilan “Puang”, bukan “Daeng”. Ini yang secara umumnya baklavers… so, hati-hati saat kalian yang ingin memanggil orang dengan menggunakan sebutan “daeng”…

 

Sumber Artikel : https://makassar.terkini.id/makna-panggilan-daeng-bagi-suku-bugis/

 

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

About Us

Makassar Baklave merupakan toko oleh – oleh terfavorit di kota Makassar. Jika berkunjung ke Makassar, beli oleh – olehnya ya di Makassar Baklave.

Recent Posts

Yuk berlangganan info Makassar Baklave

Daftarkan emailmu untuk mendapatkan info dan promo menarik setiap minggunya.