Ini Dia 5 Tempat Wisata Sejarah di Makassar

Holiday is cominggggggggggggggg!

Baklavers, sudah ada rencana untuk habiskan holiday kali ini belum? Jika belum, yuk berwisata sekaligus mengenal sejarah di tempat-tempat wisata bersejarah yang ada di Kota Makassar. Selain bisa menyegarkan fikiran, dengan travelling ke tempat wisata sejarah ini kita juga bisa lho berfoto ria sebagai koleksi untuk feed di Instagram, seru kan?

So, simak yuk apa aja daftar tempat wisata bersejarah yang ada di Kota Makassar berikut ini. Check it out!

Fort Rotterdam

Mempunyai nama asli Benteng Ujung Pandang atau juga biasa disebut sebagai Benteng Panyyua, Fort Rotterdam merupakan sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo yang kemudian diduduki oleh Belanda saat akhirnya VOC berhasil memaksakan penandatanganan Perjanjian Bongaya yang merugikan Makassar. Ketika Perang Makassar pecah saat itu, Makassar terpaksa menyerahkan Benteng Ujung Pandang berikut perkampungan dan lingkungannya pada VOC sekitar tahun 1667. Di tangan Laksamana Cornelis Speelman, pemimpin ekspedisi Makassar yang kemudian menjadi gubernur jenderal, benteng yang dibangun kali pertama pada 1545 ini diganti namanya menjadi Fort Rotterdam. Tidak lama setelah itu, benteng ini pun dibangun kembali dengan tinggi mencapai 6 meter dan tebal dinding hingga 2 meter. Di dalamnya pun dibangun perumahan Belanda serta gereja.

Fort Rotterdam. (sumber: Pinterest.com)

Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat

Monumen yang dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kembali Irian Barat (Papua) dari tangan penjajah Belanda pada tahun 1962 ini terletak di sebelah selatan pusat Kota Makassar lho, Baklavers.

Mulai dibangun pada tanggal 11 Januari 1994 yang lalu diresmikan oleh Presiden H. M. Soeharto pada 19 Desember 1995, monumen ini cocok untuk dijadikan tujuan wisata sejarah kamu. Berbentuk segitiga yang berarti simbol dari Trikora (Tiga Komando Rakyat), monumen ini juga dihiasi dengan relief berbentuk kobaran api pada bagian bawah dan atasnya yang menandakan semangat juang Trikora.

Di monumen ini, kamu bisa melihat berbagai macam relief dan diorama tentang perjuangan Pembebasan Irian Barat pada saat itu, lho. Mulai dari replikasi pakaiannya, hingga berbagai diorama yang mengisahkan beragam perjuangan yang terjadi saat itu.

Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat. (sumber: makassar.tribunnews.com)

Museum La Galigo

Nama dari museum La Galigo merupakan saran dari seorang seniman, lho. La Galigo sendiri merupakan nama dari salah satu putra Sawerigading Opunna Ware yang merupakan seorang tokoh mahsyur dalam mitologi Bugis, dari perkawinannya dengan WeCudai Daeng Risompa dari Kerajaan Cina Wajo. Selain itu, ‘La Galigo’ juga merupakan nama sebuah karya sastra klasik dalam bentuk naskah tertulis bahasa Bugis yang terkenal dengan nama Surek La Galigo, Baklavers.

Untuk yang belum tau, Museum La Galigo ini terletak di Fort Rotterdam yang berada di Jl. Ujung Pandang No. 2, Kota Makassar.

Museum La Galigo. (sumber: flickr.com)

Benteng Somba Opu

Benteng peninggalan Kesultanan Gowa ini dibangun oleh Raja Gowa ke-9 yaitu Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi’ Kallonna pada abad ke-16. Terletak di Jalan Daeng Tata, Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tempat ini pernah menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan yang memperjualbelikan rempah-rempah, lho.

Di benteng ini, kamu bisa melihat beberapa bangunan rumah adat Sulawesi Selatan beserta meriam dengan panjang mencapai 9 meter dan berat sekitar 9.500kg hingga museum yang berisi benda-benda bersejarah peninggalan Kesulatanan Gowa, asyik kan?

Benteng Soma Opu. (sumber: wisataholik.com)

Museum Balla Lompoa

Merupakan sebuah museum yang terletak di tengah-tengah kota Sangguminasa, Museum Balla Lompoa ini didirikan pada tanggal 11 Desember 1973. Nama Balla Lompoa sendiri dapat diartikan sebagai rumah besar atau istana bagi raja-raja Gowa.

Ada beragam jenis koleksi yang bisa kamu lihat di Museum Balla Lompoa, seperti salokoa mahkota yang terbuat dari bahan emas murni, ponto jang-jangaya, hingga kotara yang merupakan rantai emas panjang dengan berat 270 gram.

Museum Balla Lompoa. (sumber: Pinterest.com)

Gimana? Sudah ada rencana akan travelling ke tempat wisata sejarah yang mana nih, Baklavers? (*)

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Yuk berlangganan info Makassar Baklave

Daftarkan emailmu untuk mendapatkan info dan promo menarik setiap minggunya.